Skip to main content

Ochratoxin A contamination in coffee

Ochratoxin A contamination in coffee

Coffee is one of the most valuable primary products in world trade, being second in value only to oil as a source of foreign exchange to developing countries. Its cultivation, processing, trading, transportation and marketing provide employment for millions of people worldwide. Any disruption to trade in coffee would have major and direct negative implications for the livelihoods of rural populations in many developing countries.
Around 2000, there was increasing international attention to the problem of ochratoxin-A (OTA) contamination in coffee and its public health implications. OTA is one of several naturally occurring toxins, known as mycotoxins, which are produced by moulds that grow on crops in the field or in storage.  OTA present in green coffee is not completely eliminated during the coffee roasting process.
Regulatory authorities in some coffee importing countries initiated work on the development of proposed maximum levels of OTA contamination in green coffee.  Coffee producing countries and the international coffee industry recognized the need to address this public health problem but argued that the proposed limits were stricter than could be justified on the basis of scientific evidence and, that if applied as proposed, could lead to unjustified rejections with consequent negative economic and social impacts on millions of coffee farmers and small traders world-wide.
FAO, in close collaboration with the International Coffee Organization (ICO), and with funding from the Common Fund for Commodities (CFC), launched a 5-year project in 2001 with the main focus of assisting countries to develop national capacities for minimising OTA contamination of green coffee. Implementation partners included national institutes in Brazil, Colombia, Côte d'Ivoire, Ecuador, France, India, Indonesia, Kenya and Uganda. 

http://www.fao.org/food/food-safety-quality/a-z-index/coffee/en/

Comments

Popular posts from this blog

45 Coffeeshop Menyajikan Wisata Kopi Nusantara Terlengkap di Indonesia

Salah satu sudut ruang di 45cofeeshop 45coffeeshop merupakan salah satu kafe yang terletak di kota Sidoarjo Jawa Timur, berdiri sejak tahun 2010, dengan di awali dari sebuah cafe kecil disudut desa yang cukup jauh dari keramaian kota Sidoarjo. Seiring dengan perkembangan bisnis kopi yang semakin hari semakin meningkat, saat ini 45coffeeshop telah memiliki 2 cabang, yaitu Cafe 1 : Perumahan Delatasari Indah blok AA no 2, Waru Sidoarjo Cafe 2 : Jl Nginden Semolo Ruko Manyar Jaya Praja VI no 75c (Samping Kecamatan Sukolilo), Surabaya. Workshop di Perum Graha Asri Sukodono blok A no7, Sukodono Sidoarjo. 45coffeeshop memiliki visi: Untuk memperkenalkan kopi lokal terbaik dari seluruh Nusantara kepada masyarkat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Tidak semata mata hanya bisnis 45coffeeshop juga senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat luas tentang apa itu kopi, bagaimana cara menyeduh dengan baik dan mengajak masyarakat untuk ikut dalam usaha kedai kopi. Display kopi di ke...

Yuk! Lihat Pemrosesan Kopi Luwak Berkualitas

REPUBLIKA.CO.ID, BONDOWOSO - Seorang petani kopi mengemukakan bahwa kopi luwak berkualitas tinggi hanya bisa dihasilkan dari hewan luwak yang sehat. "Karena itu kalau kita memelihara luwak untuk kepentingan kopi, pakan luwak harus diperhatikan. Kalau demikian, kopi yang dihasilkan juga sedikit, tapi kualitasnya dijamin bagus," kata Supriatnadinuri di Bondowoso, Kamis. Hal tersebut dikatakan petani kopi luwak dari Jawa Barat (Jabar) itu dalam acara Temu lapang Kopi 2011 di kebun Andungsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten, Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). 'Managing Director' pada usaha Kopi Luwak Malabar itu mengemukakan bahwa prinsip yang harus dipegang oleh pemilik usaha penghasil kopi luwak adalah satwa tersebut memakan buah kopi bukan karena lapar, melainkan karena butuh tambahan nutrisi. "Kalau luwak makan kopi karena lapar, maka kopi yang dihasilkan memang berjumlah banyak, tapi kualitasnya pasti tidak bagus. Di tempat saya, luwak itu sudah kenyang da...

Durian Bawor Tabulampot

Durian lokal yang Mantab jauh lebih unggul dari durian Import Buah Durian........ Hmmmm. Buah ini adalah buah yang paling favorit dalam keluarga saya. Saya tidak akan menceritakan tentang bagaimana cara atau budidaya tentang tanaman ini, karena sudah banyak sekali artikel yang membahas tentang itu. Kenapa saya begitu tertarik menanam tanaman buah yang satu ini di halaman rumahku yang sempit? Karena rasa dari buah durian bawor ini yang begitu sangat enak bahkan menurut saya jauh lebih berkelas dari Durian Monthong. Daging buahnya tebal, rasanya soft legit. Tangan setelah memegang buah duriannya kita baui maka terasa tidak terlalu menyengat.Berikut sedikit ulasan yang saya kumpulkan dari berbagai artikel. DURIAN BHINNEKA BAWOR termasuk dalam jenis tanaman buah-buahan yang kualitas dan mutunya baik sehingga tanaman ini menjadi unggulan dari bibit tanaman durian. Untuk saat ini mungkin masih jarang yang tau dengan bibit tanaman durian ini di karenakan masih tergolong baru serta karena ting...